Prancis 23 Desember 2015 - Prancis menyatakan hampir 3.500
orang telah ditolak memasuki perbatasannya sejak keadaan darurat
diterapkan karena serangkaian serangan bulan lalu di Paris.Prancis mengatur kembali perbatasan nasionalnya meskipun masuk kawasan perjalanan bebas visa Schengen untuk Uni Eropa. Cazeneuve mengatakan 10 rencana serangan telah digagalkan di Prancis dalam dua tahun terakhir dengan serangan terbaru pada minggu lalu, ketika dua pria umur 20-an ditangkap di kota Orleans.
Pada tanggal 13 November, 130 orang yang tewas dalam sejumlah serangan di Paris dan lebih dari 350 orang terluka. Rangkaian serangan itu merupakan kekerasan terburuk dalam sejarah di Prancis.
Para penyerang dilengkapi senapan serbu dan sabuk bunuh diri tersebut menyerang beberapa lokasi di ibukota Perancis.
Tak lama kemudian, kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS mengatakan berada di belakang serangan.
No comments:
Post a Comment